Rabu, 10 Agustus 2011

Pujian Kepada Allah


Nats : Mazmur 107:1-22
Oleh : Maruli Marpaung,M.Th
     
     Pujian merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan kekristenan. Baik berbicara tentang persekutuan, ucapan syukur, penghiburan, penginjilan, dan sebagainya, semuanya tidak lepas dari Pujian. Sampai-sampai Pujian itu menjadi ciri khas suatu denominasi yang sudah kita ketahui bersama-sama. Dalam tulisan ini kita tidak membahas bagaimana cara  Memuji Tuhan dengan benar, karena masing-masing kita mempunyai keyakinan dan cara tersendiri dalam menyampaikan Pujian kita kepada Allah.
            Yang menjadi masalah adalah apakah motivasi kita dalam menyampaikan Pujian kepada Allah sudah benar sesuai dengan apa yang Allah kehendaki? Hal ini perlu untuk direnungkan karena dari pemantauan penulis setelah melayani dan hadir dalam berbagai jenis ibadah dalam denominasi yang berbeda-beda sering menemukan hal-hal yang mengganjal, seperti: Para Anggota Tim Pujian Penyembahan yang begitu luar biasa hebatnya dalam memimpin jemaat dalam Pujian tetapi waktu jam khotbah di balik panggung mereka hanya becanda ria dan membahas musik yang mereka baru mainkan, demikian juga jemaat yang baru saja menyanyikan Pujian dengan begitu luar biasa tetapi setelah Ibadah ribut dengan jemaat lain hanya karena masalah parkir mobil, Anggota Paduan suara yang baru saja menyanyikan Pujian dengan harmonisasi nada yang bagus sebelum dan sesudah Ibadah mereka merokok dulu dengan alasan agar suara lebih bagus, dan masih banyak lagi kejadian-kejadian lain yang membuat penulis menjadi bertanya, apakah semua bentuk Pujian yang  dilakukan dalam pelayanan, seperti melalui Nyanyian bersama dalam Ibadah, solo, Vokal Group, Paduan suara, Worship Leader, Tim Musik, Pemain Rebana dan bentuk-bentuk lainnya sudah memiliki motivasi yang benar? atau  memiliki motivasi yang lain seperti : Hanya sekedar memuaskan keinginan jiwa yaitu  sebagai wadah untuk menyalurkan hobby, Agar dikenal banyak orang karena memiliki kemampuan  yang lebih, karena mau mendekati seseorang yang disukai dalam Tim Pujian Penyembahan dan Paduan suara, dan motivasi-motivasi yang lain.
            Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Roma, “Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.(Roma 10 :2) dan juga kepada Timotius tentang hari-hari terakhir, Paulus berkata “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! ( II Timotius 3:5). Dari kedua peryataan ini kita bisa melihat bahwa Paulus sangat menyayangkan orang-orang yang kelihatannya giat dalam pekerjaan Tuhan tetapi ternyata dengan motivasi yang salah dengan mendirikan kebenarannya sendiri. Dengan demikian biar sehebat apapun Pujian yang kita sampaikan, Musik yang sangat bagus, Tarian yang sangat menarik, semuanya itu sia-sia saja dihadapan Tuhan. Hal ini ibarat bila kita mempunyai HP yang sangat bagus, mahal dan canggih. Kita bangga memperlihatkannya kepada orang lain, tetapi semua kecanggihannya itu tidak akan bisa berguna sesuai dengan fungsinya bila tidak ada pulsanya.Kecanggihannya itu tidak akan menghubungkan kita dengan HP orang lain kalau tidak ada pulsa.
            Melihat semua inilah penulis terdorong untuk membahas dari Firman Tuhan tentang motivasi kita menyampaikan Pujian kepada Allah. Motivasi ini ibarat Pulsa dalam HP kita. Dengan Motivasi yang benar maka Pujian kita akan menjadi Pujian yang harum bagi Tuhan Yesus. Pemazmur memberikan kita beberapa motivasi yang mendorongnya menyampaikan Pujian kepada Allah. Dalam Mazmur 107 : 1- 22, Pemazmur menyampaikan ada 3 hal yang menjadi motivasi Pemazmur menyampaikan Pujiannya kepada Allah,yaitu : Pertama, Dalam pujiannya Pemazmur berkata, ”Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan ( Ayat 1-2). Dari Pujian ini, Motivasi Pemazmur memuji Tuhan adalah karena kita adalah orang-orang yang sudah ditebus. Karya Terbesar yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah Mengorbankan dirinya sebagai Penebus atas dosa-dosa  manusia, sehingga setiap orang yang percaya dan menerima penebusan itu akan menerima keselamatan. Salah satu Perkataan Yesus di kayu salib Ia katakan, “ Sudah selesai” artinya sudah lunas dibayar. Dosa kita telah ditebus atau dibayar dengan harga yang lunas bukan dengan emas perak atau barang yang fana tetapi dengan darahNya sangat mahal. Kita yang berdosa yang seharusnya mendapatkan upah Maut karena upah dosa adalah Maut, dan dikatakan dalam Firman Tuhan, “maut dan kerajaan maut itu akan dilemparkan ke lautan api atau neraka.” Tetapi Allah mau agar kita semua bisa diselamatkan. Inilah Motivasi utama kita mengapa Kita harus memuji Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Jadi bagi yang belum pernah meyakini bahwa dosanya sudah ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, mari saat ini buka hati kita dan berdoa katakan kepada Tuhan,”Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah menebus dosaku di kayu salib, aku yang berdosa kini menyadari bahwa aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri dengan perbuatanku, saat ini aku mau menerima engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat.Aku mau membuka hatiku untukMu dan jadilah Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupanku.Amin  Saat anda berdoa demikian, maka saat itu pula Anda diberi kuasa menjadi Anak Allah            (Yoh.1:12). Kita adalah saudara di dalam Yesus karena kita adalah orang –orang yang ditebus oleh Tuhan dan kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Kelak kita pasti akan ke surga.
            Kedua, Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.(Ayat 8-9) Dalam Pujian ini Pemazmur merasakan penyertaan Tuhan dalam kehidupannya, Ia menyadari bahwa Allah mengasihinya dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan yang Ajaib kepadaNya, jadi dari ayat ini Motivasi Pemazmur Memuji Tuhan adalah karena Ia mengetahui Bahwa Allah mengasihinya.  Penyertaan dan berkat-berkat Tuhan yang nyata menyebabkan Pujian keluar dari mulut kita kepada orang yang mengasihi kita. Coba anda bayangkan bila anda tidak mengetahui siapa yang mengasihi anda. Bisakah Pujian keluar dari mulut anda? Bila dalam kehidupan kita hadir seseorang yang misterius, dimana ia mengatakan  bahwa Ia mengasihi anda, setiap saat anda dikirimin sms menyatakan kasihnya kepada anda, lalu anda dikirimin bunga ke rumah dan kantor, juga dikirimin makanan dan banyak hal lain yang anda butuhkan dia berikan, tetapi ia tidak pernah menyatakan identitasnya kepada anda. Dapatkah anda menyatakan Pujian anda kepada orang tersebut? Saya yakin bukan pujian yang keluar tetapi rasa gelisah dan penasaran selalu menghantui anda.Tetapi sebaliknya bila anda mengetahui orang tersebut dan orang tersebut juga ternyata orang yang anda kasihi selama ini  maka saya yakin dan percaya maka secara spontan Pujian akan anda sampaikan kepada orang yang memberikan perhatiannya kepada anda. Demikian juga Allah telah membuktikan kasihNya kepada kita dengan Mengaruniakan anakNya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus, Ia mau berkorban di kayu salib sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal di sorga.
            Ketiga, Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! (Ayat 21-22) Dalam Pujian ini Motivasi Pemazmur memuji Tuhan adalah Karena ia hendak menceritakan pekerjaan-Pekerjaan Allah.  Di dalam Pujian yang biasa dilakukan dalam peribadatan mengandung 4 hal yaitu Lirik, Nada, Musik dan Tarian. Terlepas dari bagaimana kita memainkannya, yang perlu dipertanyakan adalah apakah semuanya itu bertujuan untuk Menceritakan Pekerjaan Allah sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Yang menjadi masalah adalah ada kelompok Paduan Suara yang hanya fokus pada nadanya saja, tanpa memperhatikan liriknya dan bahkan tidak mengerti apa yang dinyanyikan yang penting dia kuasai nadanya. Ada juga seseorang memuji hanya karena heboh di musik dan menganggap lagu-lagu yang membuat Roh yang menyala-nyala adalah lagu Rohani baru yang sedang hits sedangkan lagu Rohani yang lama dianggap sudah kuno. Dan yang lain menganggap bahwa dengan tarian atau gerakan yang menghebohkan dikatakan sedang kepenuhan Roh Kudus. Oleh sebab itu mari kita lihat kembali Pujian yang kita sampaikan kepada Tuhan, apakah semuanya itu menceritakan segala Pekerjaan Allah dalam kehidupan kita yang sudah menyelamatkan kita, Menghibur kita, menolong kita dalam persoalan, dan memberkati kita dalam kehidupan kita.
            Biarlah melalui tulisan ini kita bisa  evaluasi kembali Pujian kita kepada Tuhan. Kita bisa memurnikan motivasi kita dalam menyampaikan Pujian kita kepada Tuhan, Bila ada yang memiliki Motivasi yang keliru sebelumnya, anggaplah itu menjadi batu loncatan untuk kita bia memperbaikinya. Harapan kita semua adalah Segala Pujian kita kepada Tuhan bisa menjadi pujian yang Harum di hadapan Tuhan. Dan dengan demikian kita juga bisa semakin bertumbuh di dalam Tuhan dengan bertambahnya Pujian kita kepada Tuhan itu artinya semakin banyak Karya Tuhan yang kita rasakan dalam kehidupan kita.


Selasa, 09 Agustus 2011

Segala Puji Syukur Hanya Bagi Tuhan

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.( Filipi 1:6)

Oleh : Maruli Marpaung,M.Th

Segala Puji dan Syukur pada Tuhan atas AnugerahNya yang begitu besar dalam kehidupan saya dan keluarga serta pelayanan yang Tuhan Percayakan hingga pada saat ini. Setelah melalui Perjuangan dan penantian yang panjang, Atas anugerah Tuhan Saya berhasil mendapatkan gelar Master Of Theology ( M.Th) dari STII Yogyakarta dan disahkan melalui Ujian Negara yang dilaksanakan oleh Kementrian Agama RI

Saya dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari teman-teman sepelayanan yang telah berdoa dan berbeban dalam penyelesaian Study ini. Khususnya istri saya Yokhebet Tampubolon yang selalu setia mendampingi dan rela ditinggal selama menjalani Kuliah dan Ujian, juga rekan pelayan dan jemaat saya di Makassar sekitarnya yang berdoa buat saya serta mama dan adik-adik saya yang ada di Siantar dan Jakarta.

Doakan juga buat rencana selanjutnya untuk melanjutkan ke Program Doctor of Theology ( D.Th) . bila Tuhan berkehendak kiranya Segala kebutuhan yang diperlukan untuk itu bisa terpenuhi. KArena Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan dalam pelayanan. Bila ini menjadi kebutuhan dalam pelayanan maka Ia akan bertindak.Terima Kasih semuanya.Kiranya semuanya ini semakin berguna buat pelayanan dan Nama Tuhan Yesus dipermuliakan.

Minggu, 19 Juni 2011

Pesan yang memiliki Kekuatan

Pesan yang Memiliki Kekuatan 
( Roma 15:4)
oleh : Maruli Marpaung,M.Th

               Seekor Anak Singa diajar  oleh ayahnya dimana pada saat bertemu dengan musuh hal yang Ia lakukan Adalah Memandang mata lawan dan jangan membelakangi lawan. Pada awalnya Anak singa itu tidak mengerti apa maksud Ayahnya. Tetapi suatu kali sewaktu Ia bermain di Huta ia tidak sadar  sudah berada di daerah musuh ayahnya. Tiba-tiba seekor serigala datang dan mau menerkam Anak singa ini, Ia langsung  mengingat pesan ayahnya itu, Meskipun Ia sudah mulai ketakutan dan ingin lari tetapi spontan Ia lakukan apa yang dipesankan ayahnya. Ia menatap terus mata serigala tersebut dan berusaha agar  tidak membelakangi serigala tersebut. Setelah beberapa menit begitu terus Serigala Ingat bahwa Itu adalah Jurus Si Raja Singa yang pernah mengalahkannya.Ia berpikir bahwa Anak Singa itu pasti sudah memiliki jurus seperti Raja Singa. Akhirnya Serigala pelan-pelan mundur dan pergi. Si Anak Singa terheran-heran dan mulai saat itu ia menegrti apa yang dimaksud  ayahnya.  
              Saudaraku…kita memiliki Firman Tuhan yang diberikan oleh Allah untuk kita yakini dan jalankan. Seringkali kita menganggap enteng Firman Tuhan dalam kehidupan kita. Kita tidak menyadari  Firman Tuhan adalah Kekuatan Allah yang dinyatakan kepada kita. Kekuatan Allah melebihi dari segalanya.Oleh sebab itu mari kita belajar untuk tetap hidup sesuai dengan Firman Tuhan, Di dalam Firman Tuhan berisi Ajaran, penghiburan, kekuatan dan nasehat yang membangun Ingatlah bahwa anda akan mengalaminya saat anda hidup dalamnya.
              Mari menikmati Firman Allah pada hari ini melalui Ibadah kita di Gereja.Bersama-sama dengan orang percaya lainnya kita bersekutu dan bersukacita memuji dan memuliakan nama Tuhan Yesus Juruselamat kita. Dan dengan kekuatan yang kita terima menjadi bekal dalam kehidupan kita ini. Tuhan Yesus Memberkati.Selamat Merasakan berkat Tuhan.....

Minggu, 05 Juni 2011

Mohon Dukungan Doa


Puji Tuhan GAA Makassar sudah mulai membangun Gedung gereja.Bangunan lama sudah dibongkar dan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian akhir.Mohon dukungan doa bagi saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.Saat ini diperlukan dana sekitar 20 juta untuk penyelesaian pembangunan gedung gereja ini.  Mari kita tetap dukung program ini dan biarlah ini semua seturut dengan kehendak Tuhan dan gedung ini bisa menjadi sarana untuk memenangkan jiwa baru bagi Kristus, sehingga banyak orang mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus ada Juruselamat kita.   bila saudara ada yang berbeban mengambil partisipasi dalam penyelesaian pembangunan ini dapat mengirimkannya VIa Rekening BCA No. 7890556781 KCP Panakkukang. A.n.Panitia Pembangunan GAA Makassar ( Yulius Ala,SE dan Ray Marshall Akay) . Dan untuk info lebih lanjut anda dapat menghubungi Ketua Panitia Pembangunan Ev.Yulius Ala SE ( 081355418073) atau gembala sidang GAA Makassar Ev.Maruli Marpaung,MA ( 081399973654).
tampak Samping

Minggu, 08 Mei 2011

Pilihan ada pada Anda

Bacaan : I Raja-Raja 3:16
Oleh : Maruli Marpaung,MA

Seorang anak kehilangan uang sebesar satu lembar uang Rp 5000, karena Ia menangis terus bapaknya merasa kasihan dan mengganti uangnya sebesar satu lembar uang Rp 10.000, tetapi setelah diberikan oleh bapaknya anak itu tetap menangis, bapaknya heran karena Ia merasa sudah memberikan uang yang lebih agar anaknya senang, Kemudian Ia bertanya kepada anaknya,“Kenapa kamu menangis lagi, Nak?” Anak itu menjawab,    ”saya hanya mau uang itu,yang bapak berikan ini beda, berarti jumlahnya gak sama”. Si bapak ternyata mengerti bahwa si anak tidak mengerti bahwa uang yang diberikan itu lebih besar dari uang yang hilang tersebut. Ia kira bahwa bapak memberikan uang  yang lebih sedikit, Ia hanya mau uang yang jenis kertasnya sama dengan yang hilang, agar jumlahnya tetap sama. Saudaraku, seringkali pada waktu kita ditawarkan sesuatu, kita selalu berpikir  mana yang tidak merugikan kita.Pada saat memilih pada saat itulah  kerohanian kita diuji. Salomo diuji Tuhan melalui suatu pilihan. Secara manusia adalah merupakan kesempatan besar bagi Salomo untuk memilih sesuatu yang Ia inginkan, Tetapi sebagai pemimpin Ia tahu apa yang paling dibutuhkannya, Ia memohon Hikmat dari Tuhan agar Ia bisa memimpin.Saudaraku, Dalam kehidupan ini kita banyak pilihan.terutama hari ini kita mungkin banyak pilihan, mau rekreasi dengan keluarga, mengerjakan bisnis atau pergi beribadah ke gereja. Mana yang kita mau pilih? sebagai anak Tuhan coba renungkan mana yang lebih prioritas saat kita memilih.Tuhan Yesus Memberkati.


Sabtu, 07 Mei 2011

Bersiaplah Sekarang


By.Maruli Marpaung,MA
(Yosua 1:1-16)

Beberapa orang  yang kurang percaya akan pemeliharaan Tuhan berkata, “Dalam Alkitab kebanyakan berisi Firman yang tidak masuk akal yang susah untuk diaplikasikan pada masa sekarang ini“ Saudaraku.. Apakah kita pernah berkata seperti itu?  Allah kita adalah Allah yang tahu akan kehidupan kita, Ia tahu apa yang hendak Ia lakukan kepada kita.
Pada waktu Musa telah meninggal Allah sudah merancangkan apa yang harus IA perintahkan kepada Yosua. Pada waktu memanggil Yosua Allah bukan hanya sekedar memberikan janji kekuatan dan kemenangan tetapi Allah juga memberikan dorongan untuk menambah semangat Yosua dalam memimpin. Dengan mengatakan,” Bersiaplah Sekarang, Seberangilah sungai Yordan ini!” Allah mau menanamkan Visi kepada Yosua bahwa Ia harus cepat bertindak sesuai dengan Firman Allah.
Dan karena ketaatan Yosua Allah tetap menyertai dia. Saudaraku, bila kita merenungkan hal ini bahwa Allah begitu luar biasa dalam memelihara kita, kita yang selalu tidak menyadari akan pemeliharaan Allah. Allah itu Maha Mengerti kepada anak-anakNya walau terkadang kita tidak mengerti tetapi Allah selalu memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak-anakNya. Jadi tetaplah berjalan sesuai dan seturut  Firman Tuhan.Visi yang   sudah    ditanamkan      kepada  Kita .Tunaikanlah.

Senin, 02 Mei 2011

Amanat Tuhan Yesus


AMANAT TUHAN YESUS
Disajikan dalam Kelas Alkitab Minggu GAA Makassar
Oleh:Maruli Marpaung,MA

 Pada umumnya Amanat Tuhan Yesus yang terkenal yang disebut dengan Amanat Agung diambil 
dari Matius 28 :19-20,
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Penulis setuju bahwa amanat ini menjadi dasar banyak para penginil dan misionaris dalam menjalankan misinya, namun akan lebih baik bila diperhatikan tingkatan Amanat Tuhan Yesus dalam tiga tingkatan, yaitu:
1.      Amanat Agung (The Great Comission) yaitu Perintah Tuhan Yesus kepada Murid-muridNya sebelum kematian dan kebangkitanNya dalam Matius 10:5 -10 , ” Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel...”  dan Tuhan Yesus menekankan lagi dengan pernyataannya sendiri dalam Matius 15: 24 , Jawab Yesus: ”Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
2.       Amanat Lebih Agung (The Greater Comission) yaitu Amanat yang terkenal disampaikan Tuhan Yesus setelah Kematian dan kebangkitanNya sebelum Ia naik ke surga dalam Matius 28:19-20 dan Kisah Para Rasul 1:8.
3.       Amanat Teragung (The Greatest Comission), yaitu Perintah Tuhan Yesus kepada Paulus dan semua orang percaya pada waktu Tuhan Yesus sudah di surga. Paulus mencatat perintah Yesus kepadaNya, “Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”
            Amanat Agung dan  Amanat Lebih Agung merupakan bagian dari nubuatan  dari para nabi sebelumnya, dimana Injil yang diberitakan adalah “Kerajaan surga sudah dekat” dan dikabarkan  hanya kepada bangsa Israel saja secara khusus, kemudian  setelah Tuhan Yesus bangkit, Injil yang diberitakan adalah merupakan perkembangan dari Injil sebelumnya, dimana Bangsa Israel telah menyalibkan Yesus maka berita yang dikabarkan kepada mereka adalah ”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.(Kisah Para Rasul 2:38). Kedua amanat ini sama-sama disertai dengan dengan kuasa-kuasa Mujizat jadi kedua amanat ini tidak terlalu memiliki perbedaan yang berarti hanya berbeda dari Lingkup pengutusan saja, yaitu awalnya hanya kepada bangsa Israel saja, kemudian meluas ke Yudea dan Samaria dan sampai ujung bumi.
            Berbeda dengan Amanat Teragung, dimana  Amanat ini tanpa ada batasan wilayah dan batasan orang yang dijangkau. Bila dibandingkan kembali dengan  Amanat kedua, Murid-murid memang diperintahkan untuk tidak dibatasi wilayah lagi, mereka diutus pergi ke Yudea, Samaria dan sampai Ujung bumi, namun mereka masih tetap pada pemikiran bahwa Allah akan mendirikan kerajaanNya bagi bangsa Israel, jadi dalam Kisah Para Rasul 11:19,”...Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.” Dalam Amanat ini Paulus mengatakan, “Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia”  Sidlow Baxter menjelaskan penyebab pernyataan ini, ia berkata,
Apa sebabnya? Sebab “ satu orang sudah mati untuk semua orang.” Jikalau DIA telah mati untuk semua orang , maka semua orang harus diberi penilaian yang sama, itulah pemikiran yang revolusioner! Itulah keyakinan yang mendorong kegiatan mengabarkan injil ke seluruh dunia.” Satu Orang sudah mati untuk semua orang.” Paulus tidak menanyakan lagi kalau seseorang Yahudi atau kafir, budak atau merdeka, kaya atau miskin, Sarjana atau buta huruf, perbedaan seperti ini duniawi dan tidak ada artinya.
 Jadi Amanat Teragung ini merupakan amanat yang terakhir Tuhan Yesus sampaikan kepada UmatNya sampai saat ini, Amanat yang disampaikan pada Dispensasi Kasih Karunia yang dirahasiakan pada generasi sebelumnya.




Sumber Pustaka
1.    C.R.Stam, Things That Differ , Ozamis:Berean Bible Society,1951
2.    Sidlow Baxter, Menggali Isi Alkitab 4.Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1952
3.    Yakob Tomatala, Teologi Misi. Jakarta: YT Leadership Foundation, 2003