Kamis, 20 September 2012

Terima Kasih Tuhan Yesus!!!


  Oleh: Maruli MArpaung.,M.Th.M.Pd.K
              “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku” (I Timotius 1:12) Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita yang telah memberikan kekuatan kepada saya yaitu  hidup kekal yang adalah anugerah Allah kepada setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dan anugerah itu pula menempatkan saya ke dalam pelayanan Tuhan dan menjalani pendidikan pada saat ini. Tuhan Yesus telah memberkati  saya mulai dari awal perkuliahan sampai pada selesai mendapat gelar Magister Pendidi.kan Kristen(M.PdK) di sekolah Tinggi Teologi Jaffray Makassar dengan predikat kelulusan Magna Cum Laude.
  Saya mau mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Pdt.Made Astika,Ph.D sebagai dosen pembimbing I dan Pdt.Dr.Ivan Weismann,M.Hum sebagai dosen pembimbing II yang telah membantu saya dalam memberikan saran-saran, motivasi, koreksi dan juga doa dan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh dosen dan staff STT Jaffray Makassar yang selama ini telah turut membantu dan bekerjasama dalam proses perkuliahan.
            Untuk istri saya yang terkasih Yokhebet Paulina Tampubolon,SH, yang selalu setia mendampingi saya dalam pelayanan, selalu berdoa dan mendorong penulis dalam proses perkuliahan dan membantu memberikan masukannya dalam penelitian ini, juga untuk ibu saya yang terkasih Romianna Situmorang di Pematang Siantar dan juga ibu mertua Alexandra Anne Louse Poespo di Medan  yang selalu berdoa  untuk penulis. Demikian juga buat adik-adik saya Pdt.Morrys Marpaung& istri Metty di Bekasi, dan Nora Marpaung di Pematang Siantar dan juga kakak ipar  Yohana Tampubolon& suami Nathanael serta adik Cecil dan Yolanda Tampubolon di Jakarta.
              Untuk bapak Pnt.Medy T Pasau,ST  dan donatur  yang selama ini telah banyak terbeban dalam memenuhi kebutuhan  perkuliaha, Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan rekan pelayanan yang mau terlibat dalam pelayanan terlebih untuk dunia pendidikan bagi hamba Tuhan.
            Untuk majelis dan jemaat Gereja Alkitab Anugerah di Makassar baik di Kampung Rama dan Sudiang dan GAA di Mamasa juga Pemuda KOMPAK, Terima kasih atas partisipasinya dalam pengisian angket sebagai bagian dari penyelesaian tesis  sebagai objek penelitian dalam tesis saya
              Dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, atas seluruh bantuannya saya mengucapkan banyak terima kasih. Doa saya kiranya Tuhan Yesus Kristus selalu memberkati semuanya baik dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan yang telah dipercayakan kepada kita masing-masing.

Minggu, 09 September 2012

Tunaikan Tugas Pelayananmu

Tunaikan Tugas Pelayananmu
(Keluaran 3:1-20)

Thomas Alva Edison adalah seorang yang sangat tekenal dalam dunia ilmu pengetahuan, penemuannya menjadi cikal bakal perkembangan dunia tehnologi. Sekilas pasti kita berpikir bahwa dia adalah seorang yang jenius. Dimana dalam sekolahnya ia selalu mendapatkan juara, ia memiliki banyak kemampuan Tetapi saudara.. apa yang kita pikirkan itu keliru, karena Thomas Alva Edison pada masa kecilnya terkenal sangat bodoh sekali, karena kebodohannya itu gurunya tidak mampu lagi mengajarkannya sehingga ia dipulangkan ke rumahnya, tidak ada yang mau mengajar Thomas sehingga ibunya sendirilah yang mengajarnya.di rumah.
Meskipun demikian Thomas memiliki kelebihan yaitu ia memiliki sifat rasa ingin tahu yang tinggi. Inilah yang menjadi bekal Thomas, meskipun ia tidak mempunyai sekolah yang formal pada masa kecilnya ia mencoba semuanya, akhirnya ia menemukan adanya Arus Listrik dan  terakhir ia menemukan Bola Lampu.
Saudara..Musa juga merasa tidak memiliki apa-apa. Ia merasa tidak mampu untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah mesir, tetapi Allah telah mempersiapkannya, Tidak ada alasan bagi dia untuk berdalih dengan mengatakan tidak pintar berbicara, tidak tahu menjawab dan lain sebagainya.
 Demikian juga kita saudara…Allah telah menetapkan kita menjadi berkat di tempat-tempat tertentu, tidak ada alasan untuk berdalih.oleh sebab itu tunaikanlah tugas panggilan Allah yang disampaikan kepada kita masing-masing. Jangan tunggu hari esok, Lakukanlah apa yang saudara lakukan hari ini untuk Tuhan. Tuhan sedang menantikan respon dari kita
.

    
(

Jumat, 08 Juni 2012

Regenerasi Pelayanan


(Sebuah renungan Bagi Pemuda sebagai Penerus Pelayanan) 
Disusun oleh : Maruli Marpaung,M,Th
 
Alkitab sebagai Firman Tuhan memberikan pelajaran bagi kita tentang regenerasi, Meskipun pelayanan ini adalah miliki Tuhan, namun Ia mempercayakan pelayanan tersebut kepada orang yang dia anggap layak untuk menjalankannya. Dalam Dispensasi Kasih Karunia ini Allah mempercayakan Rasul Paulus. dalam I Timotius 1: 12, Paulus berkata, “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku—  Rasul Paulus sadar bahwa Ia tidak mungkin untuk selama-lamanya dapat menjalankan pelayanan tersebut maka Ia melakukan regenerasi sebagai persiapan untuk melanjutkan pelayanannya.
            Regenerasi Pelayanan tersebut dia lakukan terhadap Timotius, dalam 2 Timotius 1:5-6 Paulus berkata kepada Timotius, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.  Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Ada beberapa prinsip tentang Regenerasi Pelayanan dalam nats ini yaitu :
1.             Memiliki iman yang tertuju kepada Tuhan Yesus
Dalam konteks pelayanan, iman kepada Tuhan Yesus adalah hal yang sangat pokok dalam regenerasi pelayanan. Timotius memiliki iman yang sama dengan iman ibunya bukan dengan  bapaknya yang adalah orang Yunani. Jadi Regenerasi Rohani terjadi pada saat  generasi yang lama dapat menurunkan apa yang  diimani kepada generasi selanjutnya.  Jadi bukan menurunkan jabatan, status sosial, nama besar. Dimana bila generasi lama memiliki jabatan, status sosial yang baik  dan nama besar maka otomatis generasi selanjutnya sudah sama dengan generasi selanjutnya. Ini adalah suatu pandangan yang keliru dan  harus dihindari terjadi di dalam pelayanan Kristen karena ini merupakan salah satu penyebab kegagalan di dalam pelayanan.
2.             Memiliki Iman  yang hidup
Regenerasi pelayanan melalui Timotius tidak lepas dari peran ibunya bernama Eunike dan neneknya bernama Lois. Dimana mereka selain memiliki Iman yang tertuju kepada Kristus, mereka menghidupkan iman itu dalam kehidupan mereka. Rasul Paulus sangat meyakini bahwa iman yang hidup itu diturunkan kepada Timotius. Dalam Hal ini generasi lama menjadi model bagi generasi selanjutnya. Teladan generasi lama menjadi pola yang akan diteruskan oleh generasi selanjutnya. Jadi bila kita merindukan terjadi regenerasi yang baik terbentuk maka dimulailah dari saat ini. Jangan ditunggu hari esok karena proses itu  mulai berjalan pada saat kita mulai merencanakannya.
3.             Semua atas kekuatan dan kehendak  Allah
Rasul Paulus menyadari bahwa Ia hanyalah sebagai Alat saja, karena diatas semuanya ini Allah yang memberikan kekuatan kepada orang-orang yang dipercayakanNya. Pada ayat selanjutnya Paulus berkata, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”  Paulus yang bertanggungjawab menjalankan pelayanan dan melakukan regenerasi dan Allah yang memberikan berkatNya kepada orang-orang yang akan melanjutkan pelayanan tersebut. Dalam Regenerasi pelayanan mengandung panggilan, yaitu panggilan untuk masuk ke dalam pelayanan. Dalam 2 Timotius 1:9, “ Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” Ayat ini menunjukkan bahwa Kita yang telah percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah orang yang telah diselamatkan dan juga orang yang terpanggil dengan panggilan kudus ke dalam pelayananNya. Namun kita tidak meyadari akan hal itu. Jadi keadaan kita saat itu adalah gambaran respon kita terhadap panggilan Allah. Oleh sebab itu, apakah kita akan begini terus? Allah telah menyelamatkan kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu salib dengan pengorbanan yang sangat mahal, yang tidak dapat dibayar dengan emas dan perak. Oleh sebab itu kita semua adalah orang yang dipersiapkan Allah dalam regenerasi pelayanan tersebut. Atas berkat dan pertolongan dari Tuhan mari kita persiapkan diri kita untuk menjalankan pelayanan yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita masing-masing.

Kamis, 31 Mei 2012

Pemimpin Baru Gereja Alkitab Anugerah

Setelah melalui pergumulan doa  dan proses yang panjang akhirnya melalui Sidang Raya Gereja Alkitab Anugerah  ke-14 di Denpasar Bali tanggal 1-3 Mei 2012 yang lalu akhirnya memilih Pdt.Harold Sigar untuk menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Alkitab Anugerah periode 2012-2016. Sidang Raya yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Hamba Tuhan  di bawah naungan Gereja Alkitab Anugerah dari seluruh Indonesia juga dihadiri oleh Director Things To Come Mission dari USA Rev.Ben Anderson dan Ibu dan juga Director Grace Gospel Church Of Christ di Filipina Pastor Gerjon Bermejo dan seluruh staffnya dan juga para Misionaris Things To Come Mission yang ada di Asia Tenggara. Pelantikan dipimpin oleh Pimpinan Sidang Raya yang terdiri dari : Dr.Henry Turangan, Pnt.Berty Roeroe, Ev.Maruli MArpaung, Pdt.Jerry HM.Sumanti, Pdt.Amiruddin Wasugai, Pdt.Denny Sumajouw dan Ev.Johan Pandelaki dan Doa Penahbisan dipimpin oleh Rev.Ben Anderson. Harapan kita dengan terpilihnya ketua Sinode baru ini memberikan kesegaran dalam pelayanan Gereja Alkitab Anugerah. Setelah melewati masa tantangan yang cukup berat, biarlah itu semua menjadi pelajaran untuk dapat dievaluasi dan diperbaiki pada periode berikut ini. Gereja Alkitab Anugerah Harus bangkit kembali dalam melanjutkan pelayanan penyebaran Injil KAsih Karunia Tuhan yang bergerak secara Injili dan Dispensasional. Kiranya jiwa-jiwa baru dapat dimenangkan dan gereja-gereja dapat dibuka pada daerah-daerah yang belum pernah dijangkau. SELAMAT MELAYANI buat PENGURUS SINODE Yang BARU..Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 23 April 2012

Pesta Akbar GAA 2012

       Pesta Akbar GAA yaitu Sidang Raya Gereja Alkitab Anugerah XIV sudah tinggal menghitung hari saja. Kita semua orang-orang Percaya yang tergabung dalam pelayanan ini akan berkumpul bersama-sama baik sebagai perwakilan dari setiap pelayanan GAA yang tersebar di Indonesia maupun sebagai peninjau dengan sukacita menyambut moment yang indah ini. Panitia sudah berjerih lelah baik dari pikiran, tenaga dan materi dalam mempersiapkan semua ini, doa-doa telah disampaikan dalam setiap Jam doa jemaat maupun pribadi. Semuanya dengan Satu Kerinduan. " Kiranya melalui Sidang Raya ini memberikan pengaruh yang besar bagi Pertumbuhan Gereja Alkitab Anugerah." 
       Belajar dari pengalaman sebelumnya kiranya Sidang Raya saat ini memang benar-benar sesuai dengan kerinduan kita semua.  Segala tindakan, pikiran, motivasi dan  kesaksian yang tidak menggambarkan karakter anak Tuhan kiranya dapat disingkirkan. Sehingga kita tidak lagi mengulang-ulang hal yang sama. Karena mengulang hal sama dan menginginkan hasil yang berbeda adalah suatu kebodohan ( Albert Einstein).
      Informasi dari rekan Pelayanan kita di Filipina, dimana mereka baru saja melaksanakan Konferensi Tahunan di Davao. Dan dalam Konferensi tersebut mereka mencetuskan suatu visi yang dinamakan "TCM IMPACT: 115 by 2017" yang artinya bahwa mereka mau mencapai 115 Gereja Anugerah yang baru pada tahun 2017. sungguh suatu Visi yang memberi tantangan bagi yang menjalankannya. yang menjadi pertanyaan adalah kapan kita di Indonesia dapat membuat terobosan-terobosan baru?
      Mari semua saudaraku yang memiliki beban dan kerinduan agar GAA bisa maju dan berkembang. Kita doakan Sidang Raya ini dapat dapat berjalan dengan baik. Semua jerih payah kita tidak akan sia-sia. Ladang sudah Menguning dan Siap untuk Dituai, namun pelayan. Kita  orang yang sudah diselamatkan ini dan dan yang sudah  belajar Kebenaran Firman Tuhan secara Dispensasional adalah orang-orang yang terpanggil untuk tugas ini. SELAMAT merayakan PESTA AKBAR GAA di Bali 1-3 Mei 2012.
         

Senin, 09 April 2012

Mencari Pemimpin

Sebuah Renungan tentang Kepemimpinan
Oleh : Ev.Maruli Marpaung,M.Th

Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.”( Yehezkiel 22:30)

            Pada masa Yehezkiel Allah mengingatkan bangsa Israel atas dosa yang telah diperbuat oleh umat pilihanNya itu. Termasuk pemimpin sudah menyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki hanya untuk memuaskan keinginan duniawi mereka. Dan Allah melihat sudah tidak ada lagi orang yang dapat dipercaya untuk menjadi pemimpin. Keadaan ini tentunya menjadi keadaan yang sangat memprihatinkan. Kegagalan pemimpin sebelumnya   
bukan hanya mempengaruhi masa pemerintahannya namun berpengaruh pada keadaan sesudahnya karena tidak adanya regenerasi pemimpin sehingga tidak ada yang dapat melanjutkan pemerintahan dengan baik.
            Akhirnya muncullkan pemimpin yang dipaksakan. Hans Finzel mengatakan melalui surveinya bahwa kebanyakan pemimpin saat ini adalah pemimpin kebetulan bukanlah pemimpin yang sudah direncanakan. Jadi tidak heran setelah menjadi pemimpin yang kebetulan  akan melakukan sesuatu yang datang dengan sendirinya saja seperti memperlakukan bawahan seperti anak-anak, padahal yang terbaik adalah memperlakukan mereka dengan sikap menghargai terhadap orang dewasa sebagai sumber daya yang paling berharga dalam meraih sukses.
Tentunya dalam organisasi gereja kita tidak mau mengalami keadaan seperti yang terjadi pada masa Yehezkiel dan juga kita tidak mau memiliki pemimpin yang kebetulan saja. Oleh sebab itu dalam pelayanan mari kita melihat prinsip Tubuh Kristus dimana semuanya memiliki hubungan yang interdependen yaitu hubungan yang dibangun dari beberapa anggota yang memiliki keunikan tersendiri dan semuanya memiliki hubungan ketergantungan. Saling membangun, saling melengkapi dan saling membantu. Bukan sebaliknya yaitu : saling tidak membangun karena takut menjadi saingan, saling tidak melengkapi karena takut kehilangan kehormatan dan saling tidak membantu karena lebih mementingkan kepentingan sendiri.
Jadi kerinduan untuk mendapatkan pemimpin yang ideal dalam pelayanan pasti ada di benak kita semua. Pertanyaan siapa yang layak untuk menjadi pemimpin sering kita pertanyakan baik kepada diri sendiri maupun kepada rekan sepelayanan kita. Kata pemimpin sangat dekat dengan kata PENGARUH, karena dimana ada pemimpin pasti disitu ada Pengaruh. Bila seseorang disebut pemimpin namun tidak ada pengaruh maka untuk orang seperti ini Dr.John Maxwel mengatakan “Ia menyangka dirinya pemimpin..namun tidak memiliki pengikut seorangpun..hanyalah jalan-jalan.” Pemimpin yang berpengaruh adalah  seorang yang menginspirasikan orang untuk pergi ke tempat-tempat yang takkan mau kita datangi sendiri, dan untuk mencoba hal-hal yang tak pernah kita sangka ada dalam diri kita.
Alangkah luar biasanya bila kita memiliki pemimpin yang dapat mengarahkan kita pada tantangan –tantangan hidup yang bahkan belum pernah kita alami. Sudah tentu pelayanan akan mengalami banyak terobosan-terobosan penting yang semuanya demi kemuliaan Nama Tuhan Yesus. Dimana Banyak jiwa dimenangkan untuk Kristus, Gereja bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Dan terjadi hubungan yang harmonis dalam pelayanan seperti prinsip Tubuh Kristus.
Melalui tulisan ini penulis mengajak para pembaca untuk berinteraksi mungkin ada masukan-masukan untuk para pemimpin kita, dengan demikian kita dapat membantu dalam proses mencari pemimpin yang kita rindukan dapat memberikan terobosan baru di dalam pelayanan. Harapan kita melalui masukan-masukan itu orang-orang yang hendak mau menjadi pemimpin dapat membacanya dan mereka dapat mempersiapkan diri agar tidak menjadi pemimpin yang kebetulan saja. Terima Kasih. Tuhan Yesus dimuliakan.