Minggu, 12 Agustus 2012
Jumat, 08 Juni 2012
Regenerasi Pelayanan
(Sebuah renungan Bagi Pemuda sebagai Penerus Pelayanan)
Disusun oleh : Maruli Marpaung,M,Th
Alkitab
sebagai Firman Tuhan memberikan pelajaran bagi kita tentang regenerasi,
Meskipun pelayanan ini adalah miliki Tuhan, namun Ia mempercayakan pelayanan
tersebut kepada orang yang dia anggap layak untuk menjalankannya. Dalam
Dispensasi Kasih Karunia ini Allah mempercayakan Rasul Paulus. dalam I Timotius
1: 12, Paulus berkata, “Aku bersyukur
kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia
menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku—“ Rasul Paulus sadar bahwa Ia tidak mungkin
untuk selama-lamanya dapat menjalankan pelayanan tersebut maka Ia melakukan
regenerasi sebagai persiapan untuk melanjutkan pelayanannya.
Regenerasi Pelayanan tersebut dia
lakukan terhadap Timotius, dalam 2 Timotius 1:5-6 Paulus berkata kepada
Timotius, “Sebab aku teringat akan imanmu
yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan
di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk
mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.”
Ada beberapa prinsip tentang Regenerasi
Pelayanan dalam nats ini yaitu :
1.
Memiliki
iman yang tertuju kepada Tuhan Yesus
2.
Memiliki
Iman yang hidup
Regenerasi
pelayanan melalui Timotius tidak lepas dari peran ibunya bernama Eunike dan
neneknya bernama Lois. Dimana mereka selain memiliki Iman yang tertuju kepada
Kristus, mereka menghidupkan iman itu dalam kehidupan mereka. Rasul Paulus
sangat meyakini bahwa iman yang hidup itu diturunkan kepada Timotius. Dalam Hal
ini generasi lama menjadi model bagi generasi selanjutnya. Teladan generasi
lama menjadi pola yang akan diteruskan oleh generasi selanjutnya. Jadi bila
kita merindukan terjadi regenerasi yang baik terbentuk maka dimulailah dari
saat ini. Jangan ditunggu hari esok karena proses itu mulai berjalan pada saat kita mulai
merencanakannya.
3.
Semua
atas kekuatan dan kehendak Allah
Rasul
Paulus menyadari bahwa Ia hanyalah sebagai Alat saja, karena diatas semuanya
ini Allah yang memberikan kekuatan kepada orang-orang yang dipercayakanNya. Pada
ayat selanjutnya Paulus berkata, “Sebab
Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang
membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Paulus yang bertanggungjawab menjalankan
pelayanan dan melakukan regenerasi dan Allah yang memberikan berkatNya kepada
orang-orang yang akan melanjutkan pelayanan tersebut. Dalam Regenerasi
pelayanan mengandung panggilan, yaitu panggilan untuk masuk ke dalam pelayanan.
Dalam 2 Timotius 1:9, “ Dialah yang
menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan
perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri,
yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”
Ayat ini menunjukkan bahwa Kita yang telah percaya dan menerima Tuhan Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah orang yang telah diselamatkan dan juga
orang yang terpanggil dengan panggilan kudus ke dalam pelayananNya. Namun kita
tidak meyadari akan hal itu. Jadi keadaan kita saat itu adalah gambaran respon
kita terhadap panggilan Allah. Oleh sebab itu, apakah kita akan begini terus?
Allah telah menyelamatkan kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu salib
dengan pengorbanan yang sangat mahal, yang tidak dapat dibayar dengan emas dan
perak. Oleh sebab itu kita semua adalah orang yang dipersiapkan Allah dalam
regenerasi pelayanan tersebut. Atas berkat dan pertolongan dari Tuhan mari kita
persiapkan diri kita untuk menjalankan pelayanan yang dipercayakan oleh Tuhan
kepada kita masing-masing.
Kamis, 31 Mei 2012
Pemimpin Baru Gereja Alkitab Anugerah
Setelah melalui pergumulan doa dan proses yang panjang akhirnya melalui Sidang Raya Gereja Alkitab Anugerah ke-14 di Denpasar Bali tanggal 1-3 Mei 2012 yang lalu akhirnya memilih Pdt.Harold Sigar untuk menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Alkitab Anugerah periode 2012-2016. Sidang Raya yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Hamba Tuhan di bawah naungan Gereja Alkitab Anugerah dari seluruh Indonesia juga dihadiri oleh Director Things To Come Mission dari USA Rev.Ben Anderson dan Ibu dan juga Director Grace Gospel Church Of Christ di Filipina Pastor Gerjon Bermejo dan seluruh staffnya dan juga para Misionaris Things To Come Mission yang ada di Asia Tenggara. Pelantikan dipimpin oleh Pimpinan Sidang Raya yang terdiri dari : Dr.Henry Turangan, Pnt.Berty Roeroe, Ev.Maruli MArpaung, Pdt.Jerry HM.Sumanti, Pdt.Amiruddin Wasugai, Pdt.Denny Sumajouw dan Ev.Johan Pandelaki dan Doa Penahbisan dipimpin oleh Rev.Ben Anderson. Harapan kita dengan terpilihnya ketua Sinode baru ini memberikan kesegaran dalam pelayanan Gereja Alkitab Anugerah. Setelah melewati masa tantangan yang cukup berat, biarlah itu semua menjadi pelajaran untuk dapat dievaluasi dan diperbaiki pada periode berikut ini. Gereja Alkitab Anugerah Harus bangkit kembali dalam melanjutkan pelayanan penyebaran Injil KAsih Karunia Tuhan yang bergerak secara Injili dan Dispensasional. Kiranya jiwa-jiwa baru dapat dimenangkan dan gereja-gereja dapat dibuka pada daerah-daerah yang belum pernah dijangkau. SELAMAT MELAYANI buat PENGURUS SINODE Yang BARU..Tuhan Yesus Memberkati.
Senin, 23 April 2012
Pesta Akbar GAA 2012
Pesta Akbar GAA yaitu Sidang Raya Gereja Alkitab Anugerah XIV sudah tinggal menghitung hari saja. Kita semua orang-orang Percaya yang tergabung dalam pelayanan ini akan berkumpul bersama-sama baik sebagai perwakilan dari setiap pelayanan GAA yang tersebar di Indonesia maupun sebagai peninjau dengan sukacita menyambut moment yang indah ini. Panitia sudah berjerih lelah baik dari pikiran, tenaga dan materi dalam mempersiapkan semua ini, doa-doa telah disampaikan dalam setiap Jam doa jemaat maupun pribadi. Semuanya dengan Satu Kerinduan. " Kiranya melalui Sidang Raya ini memberikan pengaruh yang besar bagi Pertumbuhan Gereja Alkitab Anugerah."
Belajar dari pengalaman sebelumnya kiranya Sidang Raya saat ini memang benar-benar sesuai dengan kerinduan kita semua. Segala tindakan, pikiran, motivasi dan kesaksian yang tidak menggambarkan karakter anak Tuhan kiranya dapat disingkirkan. Sehingga kita tidak lagi mengulang-ulang hal yang sama. Karena mengulang hal sama dan menginginkan hasil yang berbeda adalah suatu kebodohan ( Albert Einstein).
Informasi dari rekan Pelayanan kita di Filipina, dimana mereka baru saja melaksanakan Konferensi Tahunan di Davao. Dan dalam Konferensi tersebut mereka mencetuskan suatu visi yang dinamakan "TCM IMPACT: 115 by 2017" yang artinya bahwa mereka mau mencapai 115 Gereja Anugerah yang baru pada tahun 2017. sungguh suatu Visi yang memberi tantangan bagi yang menjalankannya. yang menjadi pertanyaan adalah kapan kita di Indonesia dapat membuat terobosan-terobosan baru?
Mari semua saudaraku yang memiliki beban dan kerinduan agar GAA bisa maju dan berkembang. Kita doakan Sidang Raya ini dapat dapat berjalan dengan baik. Semua jerih payah kita tidak akan sia-sia. Ladang sudah Menguning dan Siap untuk Dituai, namun pelayan. Kita orang yang sudah diselamatkan ini dan dan yang sudah belajar Kebenaran Firman Tuhan secara Dispensasional adalah orang-orang yang terpanggil untuk tugas ini. SELAMAT merayakan PESTA AKBAR GAA di Bali 1-3 Mei 2012.
Senin, 09 April 2012
Mencari Pemimpin
Sebuah Renungan tentang Kepemimpinan
Oleh : Ev.Maruli Marpaung,M.Th
“Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.”( Yehezkiel 22:30)
Pada masa Yehezkiel Allah mengingatkan bangsa Israel atas dosa yang telah diperbuat oleh umat pilihanNya itu. Termasuk pemimpin sudah menyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki hanya untuk memuaskan keinginan duniawi mereka. Dan Allah melihat sudah tidak ada lagi orang yang dapat dipercaya untuk menjadi pemimpin. Keadaan ini tentunya menjadi keadaan yang sangat memprihatinkan. Kegagalan pemimpin sebelumnya
bukan hanya mempengaruhi masa pemerintahannya namun berpengaruh pada keadaan sesudahnya karena tidak adanya regenerasi pemimpin sehingga tidak ada yang dapat melanjutkan pemerintahan dengan baik.
Akhirnya muncullkan pemimpin yang dipaksakan. Hans Finzel mengatakan melalui surveinya bahwa kebanyakan pemimpin saat ini adalah pemimpin kebetulan bukanlah pemimpin yang sudah direncanakan. Jadi tidak heran setelah menjadi pemimpin yang kebetulan akan melakukan sesuatu yang datang dengan sendirinya saja seperti memperlakukan bawahan seperti anak-anak, padahal yang terbaik adalah memperlakukan mereka dengan sikap menghargai terhadap orang dewasa sebagai sumber daya yang paling berharga dalam meraih sukses.
Tentunya dalam organisasi gereja kita tidak mau mengalami keadaan seperti yang terjadi pada masa Yehezkiel dan juga kita tidak mau memiliki pemimpin yang kebetulan saja. Oleh sebab itu dalam pelayanan mari kita melihat prinsip Tubuh Kristus dimana semuanya memiliki hubungan yang interdependen yaitu hubungan yang dibangun dari beberapa anggota yang memiliki keunikan tersendiri dan semuanya memiliki hubungan ketergantungan. Saling membangun, saling melengkapi dan saling membantu. Bukan sebaliknya yaitu : saling tidak membangun karena takut menjadi saingan, saling tidak melengkapi karena takut kehilangan kehormatan dan saling tidak membantu karena lebih mementingkan kepentingan sendiri.
Jadi kerinduan untuk mendapatkan pemimpin yang ideal dalam pelayanan pasti ada di benak kita semua. Pertanyaan siapa yang layak untuk menjadi pemimpin sering kita pertanyakan baik kepada diri sendiri maupun kepada rekan sepelayanan kita. Kata pemimpin sangat dekat dengan kata PENGARUH, karena dimana ada pemimpin pasti disitu ada Pengaruh. Bila seseorang disebut pemimpin namun tidak ada pengaruh maka untuk orang seperti ini Dr.John Maxwel mengatakan “Ia menyangka dirinya pemimpin..namun tidak memiliki pengikut seorangpun..hanyalah jalan-jalan.” Pemimpin yang berpengaruh adalah seorang yang menginspirasikan orang untuk pergi ke tempat-tempat yang takkan mau kita datangi sendiri, dan untuk mencoba hal-hal yang tak pernah kita sangka ada dalam diri kita.
Alangkah luar biasanya bila kita memiliki pemimpin yang dapat mengarahkan kita pada tantangan –tantangan hidup yang bahkan belum pernah kita alami. Sudah tentu pelayanan akan mengalami banyak terobosan-terobosan penting yang semuanya demi kemuliaan Nama Tuhan Yesus. Dimana Banyak jiwa dimenangkan untuk Kristus, Gereja bertumbuh secara kualitas dan kuantitas. Dan terjadi hubungan yang harmonis dalam pelayanan seperti prinsip Tubuh Kristus.
Melalui tulisan ini penulis mengajak para pembaca untuk berinteraksi mungkin ada masukan-masukan untuk para pemimpin kita, dengan demikian kita dapat membantu dalam proses mencari pemimpin yang kita rindukan dapat memberikan terobosan baru di dalam pelayanan. Harapan kita melalui masukan-masukan itu orang-orang yang hendak mau menjadi pemimpin dapat membacanya dan mereka dapat mempersiapkan diri agar tidak menjadi pemimpin yang kebetulan saja. Terima Kasih. Tuhan Yesus dimuliakan.
Minggu, 08 April 2012
Kebangkitan Tuhan Yesus
Khotbah dalam Ibadah PASKAH GAA Sudiang Makassar
disampaikan Oleh: Ev.Maruli Marpaung,M.Th
Pertama, Kebangkitan Tuhan Yesus adalah Jawaban dari segala kekuatiran. Setelah kematian Tuhan Yesus, kekuatiran besar menyelimuti kehidupan para murid-murid, mereka mengalami keputusasaan. Sebelumnya mereka memiliki semangat dengan pengetahuan dan pengalaman bersama-sama dengan Tuhan Yesus, namun ketika Tuhan Yesus mati semuanya berubah. Petrus yang sebelumnya berkomiten mau rela mati demi Tuhan Yesus, namun Ia menyangkal Tuhan Yesus dan Ia kembali ke profesinya semula sebagai nelayan. Rasul Paulus menulis dalam I Korintus 15:19, “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.” ayat ini menunjukkan bahwa Jika Tuhan Yesus mati dan tidak pernah dibangkitkan maka memang orang yang percaya kepadanya adalah orang yang paling malang. Karena apa yang didapat dari seorang yang sudah mati?? Tetapi Syukur bahwa Tuhan Yesus bangkit pada hari yang ketiga. KebangkitanNya menjawab semua kekuatiran, kegelisahan, kemalangan yang dialami oleh orang yang percaya kepadaNya. Kebangkitan Tuhan Yesus memberikan kelegaan bagi murid-murid yang merasa kuatir pasca kematian Tuhan Yesus.
Kedua, Kebangkitan adalah kemenangan. Pada saat Tuhan Yesus disalibkan dan mati seolah-olah kelihatannya maut sedang berkuasa atasNya. Seperti yang dikatakan dalam Yesaya 53: 4c, “padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah” namun sebenarnya Ia sedang menanggung kejahatan kita, Ia diremukkan karena pemberontakan kita. Ia masuk dalam alam maut karena kita. Dan musuh yang terakhir yaitu Maut dikalahkanNya pada saat kebangkitannya. Dalam I Korintus 15:26, “Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.“ peristiwa salib merupakan proses yang dijalani Tuhan Yesus untuk menaklukkan maut. Sehingga Maut yang menjadi ancaman bagi yang berdosa yaitu umat manusia sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus. Jadi barangsiapa yang percaya akan penebusan Tuhan Yesus di kayu salib juga akan menerima kemenangan atas hukuman maut yaitu Lautan api. Jadi berita kebangkitab adalah berita kemenangan bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Ketiga, Kebangkitan adalah pengharapan. Kebangkitan Tuhan Yesus menunjukkan proses kebangkitan yang akan dialami oleh orang yang percaya kepadaNya. Dikatakan Tuhan Yesus sebagai yang sulung dari antara orang yang meninggal. Dimana Tuhan Yesus adalah orang pertama yang mengalami kebangkitan dan tidak akan pernah mengalami kematian lagi. Jika ada peristiwa Yesus membangkitkan orang seperti Lazarus. Lazarus memang mengalami kebangkitan dari kematian namun Lazarus tetap akan mengalami kematian secara jasmani. Kebangkita Tuhan Yesus adalah yang sulung dan akan menyusul orang-orang yang kepadaNya. Dan itulah yang menjadi pengharapan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Dalam I Korintus 15;51-52 dikatakan, “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.” Dan dalam I Tesalonika 4;16-17, “ Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
Jadi kebangkitan Tuhan Yesus merupakan suatu kabar sukacita bagi orang yang percaya kepadaNya. Kebangkitan yang menjadi jawaban atas kekuatiran, kemenangan dan pengharapan memberikan kelegaan yang sesuangguhnya. Jadi alangkah baiknya bila kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus dan mengerti mengapa kita merayakannya. Dan semuanya kita lakukan demi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dan akhir kata saya sebagai penulis mengatakan SELAMAT PASKAH BAGI KITA SEMUA,..kiranya dengan perayaan Paskah ini semakin memperdalam komitmen kita untuk turut serta dalam pemberitaan Kabar sukacita dari Tuhan Yesus.AMIN.
Jumat, 06 April 2012
"SUDAH SELESAI"
Khotbah dalam Ibadah Peringatan Kematian Tuhan Yesus
di GAA Jemaat Rama Makassar
Oleh : Ev.Maruli Marpaung,M.Th
“ Sudah Selesai” merupakan salah satu dari tujuh Perkataan Tuhan Yesus di Kayu salib. Perkataan yang memiliki makna yang luar biasa bagi orang yang mempercayaiNya. Pada saat memperingati hari Kematian Tuhan Yesus, saat untuk merenungkan kembali makna kematian Tuhan Yesus. Jadi bukan hanya sekedar perayaan rutinitas yang dilakukan setiap Tahun. Perkataan Tuhan Yesus “ Sudah selesai “ menunjukkan ada 3 hal yang diselesaikan oleh Tuhan Yesus melalui peristiwa PenyalibanNya di bukit Golgota, yaitu:
Kedua, Penyelesaian Kepatuhan yang sempurna, Dalam proses kematianNya, Tuhan Yesus dihina, dicela, difitnah. Namun Ia tidak pernah melawan. Ibarat domba yang siap untuk masuk dalam pembantaian, begitu pula Tuhan Yesus Kristus. Ia menahan emosinya dan bahkan tidak mempergunakan kuasaNya untuk bisa lepas dari penderitaan yang dialaminya. KepatuhanNya dalam menjalankan kehendak Allah berjalan dengan sempurna. Semuanya demi menjalankan karya penyelamatan umat manusia.
Ketiga, Penyelesaian Penyelamatan dengan sempurna, Pengorbanan Tuhan Yesus dikayu salib memberikan keselamatan bagi semua yang yang percaya kepadaNya. Keselamatan yang diberikan adalah sempurna karena Tuhan Yesus sendiri telah membayarNya dengan darah yang sangat mahal. Dalam I Petrus 1:18-19 dikatakan, “ Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat “Rasul Paulus juga berkata dalam I Korintus 6:20. “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Jadi keselamatan yang kita terima bukan tergantung dari apa yang kita sudah buat untuk Tuhan, kita hanya bisa menerima dengan sukacita keselamatan itu, karena itu adalah Hadiah yang diberikan kepada kita. Karena begitu besar Kasih Allah bagi kita, sesuatu yang tak mampu kita lakukan dan bayar, Ia berikan dengan cuma-Cuma sebagai hadiah bagi kita. Hadiah hidup kekal di surga merupakan hadiah terbesar yang disediakan Tuhan Yesus bagi kita. Sudahkah kita menerima Hidup kekal itu?
Jadi kita yang merayakan Hari Kematian Tuhan Yesus.. Jangan sampai kematian Tuhan Yesus menjadi tidak sempurna karena kita berusaha menambah-nambahinya dengan segala bentuk upacara dan perbuatan kita. Terimalah Keselamatan itu..Buka Hati kita dan undang Dia sebagai Tuhan Dan Juruselamat secara Pribadi. Dalam Roma 10:9-10 dikatakan, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
Dengan demikian kita semua menjadi orang-orang yang telah ditebus, orang-orang yang telah memiliki jaminan Hidup kekal di surga. Karena sesuatu yang terbesar dan termulia telah Tuhan Kerjakan dalam peristiwa salib yang sedang kita Rayakan saat ini. Terpujilah Nama Tuhan Yesus Kristus.!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)


