Jumat, 25 Februari 2011

Pemuda KOMPAK Siap Berkarya Bagi Tuhan


Komunitas Pemuda Anugerah Kristus atau yang disingkat KOMPAK terbentuk 3 Juni 2010 di Makassar, dimulai dari bebarapa Anak Muda yang rindu untuk melayani Tuhan Yesus di masa muda. Melalui Bimbingan Pdt.Maruli Marpaung dan Pdt.Paus Randa maka Persekutuan ini atas pertolongan Tuhan sudah mulai memberi buah dalam pelayanan. Dengan Dasar Firman Tuhan I Timotius 4:12, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” Pemuda KOMPAK berkomitmen Untuk BERKARYA bagi Tuhan, menjadi Teladan dan memberi berkat di manapun berada.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut Pemuda KOMPAK melaksanakan kegiatan –kegiatan seperti Ibadah, Pelatihan, retreat, Penginjilan dan perkunjungan. Puji Tuhan di usia pelayanan yang belum genap satu Tahun Pemuda KOMPAK sudah melaksanakan beberapa kegiatan seperti: Ibadah Bina Akrab di Tanjung Bayang Tgl.16-17 Juli 2010, Ibadah Padang tgl 17 Agustus 2010 di Barombong, KKR Natal tgl.15 Desember 2010 dan terakhir Grace Bible Camp di Malino tgl 13-15 Februari 2011. Selain itu ada juga Pos Penelahaan Alkitab seperti di Belibis dan BTP dan Ibadah Rutin di Jl.Dirgantara no.53 setiap hari Kamis jam 19.00 dan di Sudiang Setiap Hari Rabu jam 19.00.
Pada GBC I di Malino yang baru dilakasnakan ini, anak Muda dilengkapi dengan
Pengetahuan Firman Tuhan, seperti : Pertama,  Materi Keselamatan. Dalam penjelasannya Pdt.Paus Randa  menekankan tentang Keselamatan yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus di Kayu salib. Tuhan Yesus menggantikan kita orang berdosa. Kita yang berdosa seharusnya mendapatkan hukuman maut di Lautan api, tapi karena kasih Kristus yang sangat besar Ia rela mengorbankan diriNya sehingga bila kita mau percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat makan kita tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal di surga. Kedua, Materi Pilihan Dalam Kristus, Pdt.Maruli Marpaung memaparkan ada beberapa Pilihan dalam Kristus yang ada dalam Alkitab, yaitu : Baik, Lebih Baik, Jauh lebih baik dan Lebih Perlu. Mengambil dasar dari I Korintus 7:38, “Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.”  Pilihan Baik adalah Kawin dan Pilihan Lebih baik adalah tidak Kawin karena pelayanan.Kemudian Filipi 1:22-23, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang  jauh lebih baik.” Pilihan Jauh lebih baik adalah Diam bersama Kristus dan Pilihan Lebih Perlu adalah Bekerja Memberi Buah. Pilihan-pilihan ini membuka wacana pemikiran anak muda dalam merencanakan kehidupannya dalam Tuhan. Keempat pilihan ini mengarahkan anak muda ke arah yang positif. Selain dari kedua Materi ini masih adala materi lain yang disampaikan oleh Para Hamba Tuhan yaitu Bertumbuh dalam Tuhan oleh Ev.Julius Ala dan Belajar Alkitab Secara Dispensasional oleh Pnt.Benyamin Tangalayuk.
            Dalam rangkaian acar ini juga diadakan pemilihan Ketua Pemuda KOMPAK I, Sdr.Robert Sarira terpilih menjadi Ketua melalui Pemungutan suara, Pemuda Mahasiswa Tehnik Sipil di salah satu Universitas di Makassar ini memiliki Visi untuk menjadikan Pemuda yang menjadi berkat bagi orang lain.


Selasa, 14 Desember 2010

DOAKAN DAN HADIRILAH KKR NATAL " HADIAH KEKAL"

Kebaktian Kebangunan Rohani ( KKR ) Natal  dengan tema " HADIAH KEKAL " akan di pimpin oleh Ev.MAruli Marpaung,MA ( Gembala Sidang Gereja Alkitab Anugerah MAkassar )dan akan dimeriahkan dengan Drama NAtal dari Komunitas Pemuda Anugerah Kristus ( KOMPAK ) dan juga beberapa paduan suara dari Makassar. KKR ini akan memberikan berkat Rohani bagi kita khususnya tentang Konsep NATAL yang selama ini sudah jauh dari Kebenaran Firman Tuhan. Saat ini NATAL sudah tidak lebih dari hanya perayaan yang sudah membudaya dari Tahun ke tahun . Fokus sudah pada hal-hal yang kelihatan seperti Hadiah, Hiasan, Kue dan lain sebagainya.Oleh sebab itu Mari kita hadiri Ibadah KKR ini.dan Rasakan BERKAT TUHAN melalui Ibadah Ini. Kami tunggu anda di BAlai Sidang 45 Jl.Urip Soemohardjo, Makassar jam 18.4.WITA.

Rabu, 01 Desember 2010

Ketika Tuhan Menjawab "Tidak"

Oleh : Pdt.Gedalya Makikama
Membaca judul renungan ini, terlintas dalam benak kita bahwa “jawaban” Tuhan tersebut merupakan kegagalan dalam doa kita. Mengapa? Sebab jawaban yang di berikan tidak sesuai dengan harapan dan permohonan kita. Masalahnya, apakah sejatinya memang demikian? Lantas, bila kita menghadapi pergumulan dan “amat sangat” mengharapkan pertolongan dari Tuhan, tetapi kenyataan membuktikan bahwa Tuhan tidak segera memberikan pertolongan atau bahkan yang terjadi justru sebaliknya, bagaimanakah sikap kita? Kecewa, jengkel, ngambek, protes, tidak percaya, putus asa, memboikot diri untuk tidak mau ke gereja, marah ataukah merasa percuma sebagai orang Kristen?! Secara manusiawi, bila ekspresi kita termasuk salah satu diantaranya tentunya lumrah dan sah-sah saja. Persoalannya, sebagai seorang Kristen yang notabene merupakan Umat Tebusan Kristus, serta sudah mengikatkan diri sepenuhnya dalam kasih dan percaya kepada Tuhan Yesus, pernahkah kita merenungkan jawaban”tidak” dari Tuhan tersebut secara rohani dan dewasa? Oleh sebab itu marilah saat ini meminta kekuatan dari Tuhan agar kita bisa meyakini bahwa Jawaban Tuhan adalah jawaban yang terbaik dalam kehidupan kita. Ada saat-saat kita harus menjalani untuk kemajuan rohani kita.

Selasa, 23 November 2010

Berapa Lama Waktu Untuk Tuhan Yesus

Mazmur 119:105
Oleh : Yokhebet Marpaung T


Seorang pemuda yang menghabiskan waktunya untuk beraktivitas, sehabis pulang sekolah dia kursus Fisika, bermain basket, pergi ke Mall, bermain dengan teman dan sebagainya. Suatu saat sahabatnya mengajak pemuda tersebut mengikuti ibadah, tapi pemuda itu menolak ikut dengan alasan sudah janji dengan teman untuk jalan ke Mall. Ternyata pemuda itu menolak menyediakan waktu untuk Tuhan dan lebih memilih jalan ke Mall dengan temannya yang mungkin suatu saat akan menghianatinya atau akan mengecewakannya.
        Saudaraku, dari begitu banyaknya kegiatan kita di sekolah, keluarga ,teman dan hiburan, seberapa banyakkah waktu yang kita berikan untuk Tuhan? berapa lama lagi kita berhenti membuat hati Tuhan sedih. Tuhan sudah menyediakan waktu 24 jam dalam satu hari untuk kita bisa nikmati, Tuhan memberi pengharapan yang besar yaitu keselamatan bagi yang percaya kepadaNya, Tuhan memberikan Kebahagiaan dan berkat yang berlimpah. Apakah kita pantas untuk melupakan Dia. Bayangkan betapa lukanya hati Bapa ketika Dia melihat kita menolak untuk menyediakan waktu buat Dia. Mari saudara kita mamfaatkan waktu yang Tuhan berikan ini dengan memuliakan namaNya. Tinggalkan SESUATU untuk Tuhan, tapi jangan tinggalkan TUHAN untu SESUATU apapun, karena di dalam hidup segalanya mungkin meninggalkan kita, Tetapi Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita.

Sabtu, 06 November 2010

Pujian Kepada Allah

Oleh Maruli Marpaung

Pujian merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan kekristenan. Baik berbicara tentang persekutuan, ucapan syukur, penghiburan, penginjilan, dan sebagainya, semuanya tidak lepas dari Pujian. Sampai-sampai Pujian itu menjadi ciri khas suatu denominasi yang sudah kita ketahui bersama-sama. Dalam tulisan ini kita tidak membahas bagaimana cara Memuji Tuhan dengan benar, karena masing-masing kita mempunyai keyakinan dan cara tersendiri dalam menyampaikan Pujian kita kepada Allah.
Yang menjadi masalah adalah apakah motivasi kita dalam menyampaikan Pujian kepada Allah sudah benar sesuai dengan apa yang Allah kehendaki? Hal ini perlu untuk direnungkan karena dari pemantauan penulis setelah melayani dan hadir dalam berbagai jenis ibadah dalam denominasi yang berbeda-beda sering menemukan hal-hal yang mengganjal, seperti: Para Anggota Tim Pujian Penyembahan yang begitu luar biasa hebatnya dalam memimpin jemaat dalam Pujian tetapi waktu jam khotbah di balik panggung mereka hanya becanda ria dan membahas musik yang mereka baru mainkan, demikian juga jemaat yang baru saja menyanyikan Pujian dengan begitu luar biasa tetapi setelah Ibadah ribut dengan jemaat lain hanya karena masalah parkir mobil, Anggota Paduan suara yang baru saja menyanyikan Pujian dengan harmonisasi nada yang bagus sebelum dan sesudah Ibadah mereka merokok dulu dengan alasan agar suara lebih bagus, dan masih banyak lagi kejadian-kejadian lain yang membuat penulis menjadi bertanya, apakah semua bentuk Pujian yang dilakukan dalam pelayanan, seperti melalui Nyanyian bersama dalam Ibadah, solo, Vokal Group, Paduan suara, Worship Leader, Tim Musik, Pemain Rebana dan bentuk-bentuk lainnya sudah memiliki motivasi yang benar? atau memiliki motivasi yang lain seperti : Hanya sekedar memuaskan keinginan jiwa yaitu sebagai wadah untuk menyalurkan hobby, Agar dikenal banyak orang karena memiliki kemampuan yang lebih, karena mau mendekati seseorang yang disukai dalam Tim Pujian Penyembahan dan Paduan suara, dan motivasi-motivasi yang lain.
Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat Roma, “Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.(Roma 10 :2) dan juga kepada Timotius tentang hari-hari terakhir, Paulus berkata “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! ( II Timotius 3:5). Dari kedua peryataan ini kita bisa melihat bahwa Paulus sangat menyayangkan orang-orang yang kelihatannya giat dalam pekerjaan Tuhan tetapi ternyata dengan motivasi yang salah dengan mendirikan kebenarannya sendiri. Dengan demikian biar sehebat apapun Pujian yang kita sampaikan, Musik yang sangat bagus, Tarian yang sangat menarik, semuanya itu sia-sia saja dihadapan Tuhan. Hal ini ibarat bila kita mempunyai HP yang sangat bagus, mahal dan canggih. Kita bangga memperlihatkannya kepada orang lain, tetapi semua kecanggihannya itu tidak akan bisa berguna sesuai dengan fungsinya bila tidak ada pulsanya.Kecanggihannya itu tidak akan menghubungkan kita dengan HP orang lain kalau tidak ada pulsa.
Melihat semua inilah penulis terdorong untuk membahas dari Firman Tuhan tentang motivasi kita menyampaikan Pujian kepada Allah. Motivasi ini ibarat Pulsa dalam HP kita. Dengan Motivasi yang benar maka Pujian kita akan menjadi Pujian yang harum bagi Tuhan Yesus. Pemazmur memberikan kita beberapa motivasi yang mendorongnya menyampaikan Pujian kepada Allah. Dalam Mazmur 107 : 1- 22, Pemazmur menyampaikan ada 3 hal yang menjadi motivasi Pemazmur menyampaikan Pujiannya kepada Allah,yaitu : Pertama, Dalam pujiannya Pemazmur berkata, ”Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan ( Ayat 1-2). Dari Pujian ini, Motivasi Pemazmur memuji Tuhan adalah karena kita adalah orang-orang yang sudah ditebus. Karya Terbesar yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah Mengorbankan dirinya sebagai Penebus atas dosa-dosa manusia, sehingga setiap orang yang percaya dan menerima penebusan itu akan menerima keselamatan. Salah satu Perkataan Yesus di kayu salib Ia katakan, “ Sudah selesai” artinya sudah lunas dibayar. Dosa kita telah ditebus atau dibayar dengan harga yang lunas bukan dengan emas perak atau barang yang fana tetapi dengan darahNya sangat mahal. Kita yang berdosa yang seharusnya mendapatkan upah Maut karena upah dosa adalah Maut, dan dikatakan dalam Firman Tuhan, “maut dan kerajaan maut itu akan dilemparkan ke lautan api atau neraka.” Tetapi Allah mau agar kita semua bisa diselamatkan. Inilah Motivasi utama kita mengapa Kita harus memuji Tuhan Yesus dalam kehidupan kita. Jadi bagi yang belum pernah meyakini bahwa dosanya sudah ditebus oleh Tuhan Yesus di kayu salib, mari saat ini buka hati kita dan berdoa katakan kepada Tuhan,”Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah menebus dosaku di kayu salib, aku yang berdosa kini menyadari bahwa aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri dengan perbuatanku, saat ini aku mau menerima engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat.Aku mau membuka hatiku untukMu dan jadilah Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupanku.Amin” Saat anda berdoa demikian, maka saat itu pula Anda diberi kuasa menjadi Anak Allah (Yoh.1:12). Kita adalah saudara di dalam Yesus karena kita adalah orang –orang yang ditebus oleh Tuhan dan kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Kelak kita pasti akan ke surga.
Kedua, Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.(Ayat 8-9) Dalam Pujian ini Pemazmur merasakan penyertaan Tuhan dalam kehidupannya, Ia menyadari bahwa Allah mengasihinya dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan yang Ajaib kepadaNya, jadi dari ayat ini Motivasi Pemazmur Memuji Tuhan adalah karena Ia mengetahui Bahwa Allah mengasihinya. Penyertaan dan berkat-berkat Tuhan yang nyata menyebabkan Pujian keluar dari mulut kita kepada orang yang mengasihi kita. Coba anda bayangkan bila anda tidak mengetahui siapa yang mengasihi anda. Bisakah Pujian keluar dari mulut anda? Bila dalam kehidupan kita hadir seseorang yang misterius, dimana ia mengatakan bahwa Ia mengasihi anda, setiap saat anda dikirimin sms menyatakan kasihnya kepada anda, lalu anda dikirimin bunga ke rumah dan kantor, juga dikirimin makanan dan banyak hal lain yang anda butuhkan dia berikan, tetapi ia tidak pernah menyatakan identitasnya kepada anda. Dapatkah anda menyatakan Pujian anda kepada orang tersebut? Saya yakin bukan pujian yang keluar tetapi rasa gelisah dan penasaran selalu menghantui anda.Tetapi sebaliknya bila anda mengetahui orang tersebut dan orang tersebut juga ternyata orang yang anda kasihi selama ini maka saya yakin dan percaya maka secara spontan Pujian akan anda sampaikan kepada orang yang memberikan perhatiannya kepada anda. Demikian juga Allah telah membuktikan kasihNya kepada kita dengan Mengaruniakan anakNya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus, Ia mau berkorban di kayu salib sehingga barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal di sorga.
Ketiga, Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! (Ayat 21-22) Dalam Pujian ini Motivasi Pemazmur memuji Tuhan adalah Karena ia hendak menceritakan pekerjaan-Pekerjaan Allah. Di dalam Pujian yang biasa dilakukan dalam peribadatan mengandung 4 hal yaitu Lirik, Nada, Musik dan Tarian. Terlepas dari bagaimana kita memainkannya, yang perlu dipertanyakan adalah apakah semuanya itu bertujuan untuk Menceritakan Pekerjaan Allah sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Yang menjadi masalah adalah ada kelompok Paduan Suara yang hanya fokus pada nadanya saja, tanpa memperhatikan liriknya dan bahkan tidak mengerti apa yang dinyanyikan yang penting dia kuasai nadanya. Ada juga seseorang memuji hanya karena heboh di musik dan menganggap lagu-lagu yang membuat Roh yang menyala-nyala adalah lagu Rohani baru yang sedang hits sedangkan lagu Rohani yang lama dianggap sudah kuno. Dan yang lain menganggap bahwa dengan tarian atau gerakan yang menghebohkan dikatakan sedang kepenuhan Roh Kudus. Oleh sebab itu mari kita lihat kembali Pujian yang kita sampaikan kepada Tuhan, apakah semuanya itu menceritakan segala Pekerjaan Allah dalam kehidupan kita yang sudah menyelamatkan kita, Menghibur kita, menolong kita dalam persoalan, dan memberkati kita dalam kehidupan kita.
Biarlah melalui tulisan ini kita bisa evaluasi kembali Pujian kita kepada Tuhan. Kita bisa memurnikan motivasi kita dalam menyampaikan Pujian kita kepada Tuhan, Bila ada yang memiliki Motivasi yang keliru sebelumnya, anggaplah itu menjadi batu loncatan untuk kita bia memperbaikinya. Harapan kita semua adalah Segala Pujian kita kepada Tuhan bisa menjadi pujian yang Harum di hadapan Tuhan. Dan dengan demikian kita juga bisa semakin bertumbuh di dalam Tuhan dengan bertambahnya Pujian kita kepada Tuhan itu artinya semakin banyak Karya Tuhan yang kita rasakan dalam kehidupan kita.
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Selasa, 02 November 2010

Jalan Ke Surga, Banyakkah?


Jalan ke Surga, Banyakkah?
Kisah Para Rasul 4:13
(Ev.Maruli Marpaung,MA)

Banyak jalan menuju Roma, pepatah ini sangat trend sekali dipakai oleh siapapun. Karena melalui pepatah ini menjadi dorongan bagi orang agar tidak putus asa dalam mencari solusi terhadap masalah yang terjadi. Oleh sebab itu pepatah ini bisa diterapkan dalam berbagai hal.Tetapi bila berbicara tentang jalan menuju surga Pepatah ini tidak berlaku karena kalau kita meyimpulkan bahwa Banyak Jalan ke Roma , Banyak jalan ke surga. Ini adalah suatu pernyataan yang tidak Alkitabiah dan keliru.
Saudaraku,hati-hati dengan pemikiran seperti ini, jangan sampai kita berpikir hal  yang sama. Karena Pemikiran ini jugalah orang beranggapan bahwa semua agama adalah sama dan akibat yang fatal adalah Banyak orang Kristen yang dengan mudah pindah ke agama lain hanya karena pekerjaan, pasangan hidup,dll.
Oleh sebab itu pada saat ini kita perlu mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah satu- satunya jalan bagi kita yang percaya untuk sampai kepada Bapa di surga. Kesaksian Petrus dihadapan Mahkamah bahwa Tidak ada di bawah kolong langit ini selain dari pada Yesus kita bisa mendapatkan keselamatan. Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus sendiri mengatakan,” Akulah Jalan kebenaran dann hidup, tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui aku. Jadi, tidak ada alasan kita mengatakan banyak jalan ke surga, Marilah kita lebih meyakini dan bersyukur bahwa Yesus telah turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia dari dosa agar semua yang percaya kepadanya beroleh hidup kekal di surga. Jalan ke Roma boleh banyak tetapi jalan ke Surga hanya satu yaitu melalui Yesus Kristus.

Jumat, 29 Oktober 2010

Jangan Tanyakan "Mengapa" kepada Allah

Oleh : Maruli Marpaung,MA

Sering kali dalam kehidupan ini ada saatnya manusia mengalami suatu masa dimana manusia merasakan suatu ketidakadilan.Hal ini bukan hanya terjadi bagi orang-orang yang tidak percaya tetapi hal ini juga banyak kita temukan di dalam kehidupan orang-orang percaya. Pada saat-saat mengalami ketidakadilan manusia sering sekali membuat suatu pertanyaan yang pada umumnya memakai kata tanya “Mengapa….?” seperti: “Mengapa saya alami hidup begini ?, Mengapa harus aku yang menanggungnya ?,mengapa pada saat begini hal ini terjadi ?,dan sebagainya.”
Pengalaman seperti ini juga penulis alami di saat sepuluh tahun yang lalu orangtua laki-laki dari penulis dipanggil oleh Tuhan Yesus kembali ke surga. Penulis merasakan suatu ketidakadilan yang dari Tuhan, Dimana disaat penulis masih membutuhkan perhatian dari seorang bapak, dimana saat itu masih duduk di kelas 3 SMP tetapi Tuhan berkehendak lain. Pertanyaan-pertanyaan yang memakai kata tanya “mengapa “ terlontar banyak sekali penulis sampaikan kepada Tuhan. “ Mengapa begitu cepat Tuhan panggil bapakku ?,mengapa begitu tega Tuhan melakukan ini kepadaku ?, mengapa penderitaan ini harus aku yang alami ya Tuhan ?”.
Saudaraku kalau kita perhatikan pertanyaan-pertanyaan diatas, memang dari segi kemanusiaan kita sangat lazim kita mengatakan pertanyaan yang sama kepada Tuhan pada saat kita mengalami penderitaan atau ketidakadilan di dalam hidup kita, tetapi bila kita evaluasi secara tidak sengaja kita telah mempersalahkan Tuhan di dalam pertanyaan kita itu. Kita telah menganggap bahwa Tuhanlah sumber dari segala penderitaan dan ketidakadilan yang kita alami di dalam kehidupan kita. Padahal ada Firman Tuhan mengatakan dalam Yakobus 1 : 13a “ Apabila seorang dicobai , janganlah Ia berkata : Pencobaan ini datang dari Allah !”.Dalam penderitaan dan ketidakadilan yang kita alami, kita dapat bersedih tetapi baiklah kita bersedih jangan sama seperti orang yang tidak punya pengharapan seperti yang tertulis dalam I Tesalonika 4 : 13b “ Supaya kamu tidak berdukacita sama seperti orang lain yang tidak mempunyai pengharapan .”
Oleh sebab itu pada saat ini marilah kita melihat kebesaran daripada Allah yang kita sembah di dalam Yesus Kristus. Dialah Allah diatas dari segalanya yang memiliki kuasa diatas dari segalanya. Didalam kebesaran kuasaNya itu Allah bisa mengatur segala sesuatu menurut kehendak dan rancanganNya. Tetapi walaupun demikian Allah tidak menciptakan manusia sama seperti robot yang bisa dia kendalikan seturut dengan kehendakNya. Tetapi Allah juga memberikan manusia yang namanya kehendak,kemauan dann kebebasan memilih. Disinilah kita bisa lihat yang nama kedaulatan Allah yang sangat tinggi diatas dari segalanya. Kedaulatan ini adalah sesuatu yang memang yang sulit kita mengerti dengan pikiran kita. Dan pada saat kita menyadari bahwa pikiran kita sangat terbatas pada saat itu juga kita harus sadar bahwa kita adalah manusia biasa yang tidak ada bandingannya dengan Allah. Dan dalam keadaan seperti itulah kita bisa mengagumi betapa besarnya Allah yang kita sembah itu. Oleh sebab itulah kita sebagai manusia hanya bisa berserah dan yakin atas rencana Tuhan di dalam kehidupan kita adalah rancangan yang membawa damai sejahtera bukan rancangan yang membawa kecelakaan.
Untuk bisa melihat lebih dalam lagi tentang Kedaulatan Allah, marilah kita belajar dari Kitab Habakuk. Didalam kitab ini kita akan melihat ada 3 hal yang merupakan Kedaulatan Allah yang sebenarnya tidak layak kita pertanyakan kepada Tuhan. Di dalam kitab ini kita akan melihat Nabi Habakuk yang selalu bersungut-sungut kepada Tuhan pada saat ia mengalami penderitaan dan ketidakadilan. Dia tidak mengerti akan kedaulatan Allah sehingga Ia kerapkali mempertanyakan sesuatu yang sebenarnya tidak layak ia mempertanyakan hal itu dan juga di dalam pertanyaannya itu Ia sudah mempersalahkan Tuhan.
Ketiga hal yang merupakan Kedaulatan Allah yang akan kita bahas dalam kitab habakuk ini adalah :
Pertama, Allah tidak pernah kompromi terhadap dosa. Di dalam 1:2-3 Habakuk berkata “ Berapa lama lagi Tuhan aku berteriak tetapi tidak Kau dengar, aku berseru kepadaMu PENINDASAN tetapi tidak Kau tolong ? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman ? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku, perbantahan dan pertikaian terjadi. Di dalam keluhan Habakuk kepada Allah, kita bisa melihat bahwa Habakuk merasa ketidakadilan dari Tuhan, Ia berpikir bahwa Allah mau tetap berkomprmi terhadap dosa.Karena sekian lama Ia menjadi nabi di Kerajaan Israel Utara, tetapi hukuman Tuhan tidak pernah datang atas mereka sehingga dosa semakin merajalela. Habakuk juga merasa bahwa doa-doanya tidak pernah dijawab oleh Tuhan. Padahal sebenarnya, Habakuk harus sadar bahwa itu semua adalah kedaulatan Allah dimana dari manusia diciptakan sampai akhir sampai sekarang dan yang akan datang Allah tidak pernah mau kompromi terhadap dosa, cepat atau lambat Allah akan menghukum dosa. Dan bahkan karena dosa Allah mau mengorbankan anakNya yang Tunggal sebagai bukti bahwa Allah rela membayar dengan harga berapapun demi menunjukkan kepada manusia bahwa Allah tidak pernah mau berkompromi terhadap dosa.
Kedua, Allah dapat memakai apapun untuk menyatakan kehendakNya, di dalam 2 : 13b Habakuk berkata“Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, menelan orang yang lebih benar dari dia ?” Keluhan kedua dari Habakuk adalah Ia tidak bisa menerima dimana untuk menghukum bangsa Israel Utara karena pelanggaran mereka Allah telah memilih bangsa Kasdim dari utara yang gagah perkasa dan sangat tangkas dalam berperang untuk menyerang bangsa pilihan Allah itu. Allah memakai bangsa yang tidak percaya atau bangsa kafir untuk menghukum bangsa Israel. Memang kalau dipikirkan dengan pikiran kita yang terbatas, sangatlah tidak masuk akal kalau Allah memakai bangsa yang tidak percaya untuk menghukum bangsaNya sendiri. Inilah Kedaulatan Allah yang tidak perlu kita pertanyakan kepada Allah, karena Allah dapat memakai apapun untuk menyatakan kehendakNya. Bukan hanya musuh kita, Allah bisa juga memakai orang-orang terdekat dengan kita, lingkungan kita, dan bahkan Allah bisa pakai binatang peliharaan atau benda-benda mati yang ada di sekitar kita. Oleh sebab itu sebagai orang percaya marilah kita lebih sensitif atas kehendak Tuhan kepada kita, sehingga kita dengan cepat melihat bahwa Allah sedang bekerja di dalam kehidupan kita. Salah satu tanda orang percaya yang bertumbuh adalah orang sensitif terhadap dosa-dosa yang kecil.
Ketiga, Bagi Allah segala sesuatu Indah pada waktunya, di dalam 2 : 2 – 3 dikatakan. Lalu Tuhan menjawab aku ,demikian : Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.sebab penglihatan itu masih menanti saatnya , tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat ,nantikanlah itu , sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Ini adalah pernyataan Tuhan kepada Habakuk bahwa segala sesuatu akan Tuhan singkapkan sesuai dengan waktu Tuhan . Cepat atau lambat semua akan dinyatakan oleh Tuhan dengan pasti. Bangsa Kasdim yang tidak percaya yang dipakai oleh Allah untuk menghukum bangsa Israel juga akan dibinasakan oleh Allah juga.
Jadi saudaraku, setelah kita melihat kedaulatan Allah yang tidak dapat kita bantah di dalam kitab Habakuk ini, kita sebagai orang percaya bisa mengevaluasi kehidupan kita selama ini , apakah didalam kehidupan kita ini, pada waktu kita mengalami penderitaan atau ketidak adilan, kita juga bertindak seperti Habakuk ? Sebagai orang percaya kita dituntut untuk memiliki keseimbangan Kebutuhan dan Kedaulatan Allah.Orang yang tidak memiliki keseimbangn ini disebut dengan istilah shizopedic, dimana orang seperti ini terlalu memaksakan kehendaknya sendiri dibandinmgkan dengan kehendak Tuhan, orang seperti inilah yang kurang mempercayai Kedaulatan Allah, biasanya orang seperti ini bisa kita pada waktu mereka berdoa dimana di dalam doanya mereka seolah-olah nampaknya serius dalam berdoa tetapi ternyata mereka sedang memaksakan Tuhan agar doanya dijawab. Dan mereka berpikir bahwa Tuhan menjawab doa mereka hanya dengan jawaban “YA” kalau “tidak” atau “tunggu” mereka menganggap itu belum jawaban Doa sehingga mereka terus berdoa dengan kata yang selalu diulang-ulang. Sebagai orang percaya yang memiliki keseimbangan marilah kita mengambil tindakan dari Sadrakh, mesakh dan Abednego pada saat mereka diperhadapkan dengan hukuman api yang telah disiapkan oleh Raja Nebukadnezar.Walaupun mereka sedang diperhadapkan dengan maut mereka berkata demikian “ Hai Nebukadnezar, asal Raja tahu bahwa kami percaya bahwa Allah yang kami sembah mampu mengeluarkan kami dari perapian yang menyala-nyala itu tetapi walaupun sekalipun tidak maka kami tidak akan memyembah patung yang tuanku buat itu.” Kita lihat antara kebutuhan mereka dengan Kedaulatan Allah terjadi keseimbangan di dalam iman mereka bertiga.
Oleh sebab itu keseimbangan sangat diperljalanan hidp kita sebagai orang percaya, Percayalah Allah yang kita sembah adalah Allah yang Berdaulat,Ia tahu kebutuhan kita da ia telah merencanakan sesuatu yang baik di dalam kehidupan kita.Dan /ia tidak akan membuat kita menderita terus menerus.Karena ada tertulis Bahwa Penderitaan yang kita alami pada saat ini tidak ada bandingannya denga kemuliaan yang akan kita dapatkan. Marilah kita bermegah di dalam kesengsaraan kita karena kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan, ketekunan akan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan kita tidak mengecewakan.(Roma 5:3-5)